" Takdir " Tidak ada komentar

 

 Apakah Takdir Bersifat Tetap?

Apakah takdir(qadar) sudahditentukan sebelumnya ? Jika ya , bisakahkita mengubah kesalahan masa depan kita dengan tindakan,tindakan pencegahan atau doa kita ? Apakah takdir tetap ?

Jawaban:

" ... Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu . " [QS 8:75 ]
" ... Supaya kamu tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu , dan ilmu Allah meliputi segala sesuatu. " [QS 65:12 ]
" Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) " ( QS. al Ra'd , 39 )
 
Karena Allah swt Maha kekal dan selalu abadi , begitu juga sifat Ilahi -Nya . Dan salah satu sifat-Nya adalah " Ilm " (  Maha Tahu ) yang berarti Allah swt tahu apa-apa di masa lalu , di masa sekarang dan di masa depan dengan pengetahuan -Nya yang kekal . Pengetahuan Ilahi mencakup di manapun dan kapanpun, tidak ada yang  di luar pengetahuan-Nya dan tidak pernah berubah . Karena Allah swt  Maha Mengetahui , bertambah atau berkurangnya sesuatu tidak ada yang dipertanyakan tentang ilmu-Nya yang kekal . Karena pengetahuan -Nya yang kekal sudah mengetahui perubahan kecil dan  rinci dan mencakup apa pun di masa lalu,sekarang dan masa depan yang adalah konsep tentang waktu untuk makhluk seperti kita yang terjebak dalam waktu dan tidak pernah membatasi Pencipta yang bebas dari waktu dan tempat .
Dengan pengetahuan-Nya yang kekal , Allah mengetahui segala sesuatu dan tindakan dengan semua aspeknya sebelum keberadaannya dan sebelum terjadinya . Allah memiliki pengetahuan pra-abadi tentang hasil yang mana  yang terhubung dengan alasan yang mana , dan siapa yang akan mencobanya dan seperti apa hasil yang mereka akan dapatkan , singkatnya Dia tahu segala sesuatu dan perbuatan dengan pengetahuan- Nya yang kekal .


Dua kitab Taqdir
Ada dua nama yang diambil dari ayat berikut , mengenai Pengetahuan Ilahi :
"(Untuk) setiap masa ada Kitab  ( tertentu ). Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki. Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuz ) " ( QS. al Ra'd , 38 , 39 )
 
1 . Lauhul Mahfuzh
Ada istilah yang disebutkan dalam Quran yang didefinisikan sebagai " kitab dimana takdir ditulis " : Imamin Mubin (Kitab Yang Nyata) :
" ... Dan Dia tahu apa yang ada di darat dan di laut ,tidak ada  sehelai daun yang  jatuh yang tidak diketahu-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi , dan tidak pula sesuatu yang basah atau kering yang tidak tertulis dalam Kitab Yang Nyata ( Lauhul Mahfuzh ) . " [ Surah al An'am : 59 ]
 
Istilah Imamin  Mubin , yang secara bergantian digunakan dengan Lauhul- Mahfuzh (kitab Yang Terpelihara ) oleh banyak ulama Islam,terkait dengan Pengetahuan dan Perintah Ilahi . Karena Pengetahuan Ilahi meliputi segala sesuatu , Lauhul Mahfuzh  meliputi masa lalu , masa kini dan masa depan serta dunia gaib . Waktu dari azal ( kekekalan di masa lalu ) ke Abad ( kekekalan di masa depan ) terdapat di Lauhul Mahfuzh. Karena tidak ada perubahan dalam Pengetahuan Ilahi karena Allah swt sudah mengetahui setiap perubahan dengan Ilmu -Nya yang kekal , " Lauhul mahfuzh " tidak berubah .
 
2 . Lauhul Mahw wa Itsbat " ( Tablet penghapusan dan penulisan ) .
Lalu timbul pertanyaan di sini, jika takdir tidak berubah , mengapa kita berdoa untuk kehidupan dan masa depan kita ?
Di sini , kita harus menyebutkan jenis kedua dari" kitab takdir " yaitu " Lauhul Mahw wa Itsbat " ( Tablet dari penghapusan dan penulisan ) .
Di tablet ini , peristiwa tidak tertulis dalam akibat-akibat , karena peristiwa-peristiwa tersebut dicatat di dalam Lauhul Mahfuzh , tetapi ditulis dengan " syarat-syarat " . Sebagai contoh, tertulis " Ia akan mengalami kecelakaan , tetapi jika ia memberi sedekah atau berdoa sebelum itu , sedekah nya atau doa akan melindungi  dan menyelamatkannya dari kecelakaan itu . " Kemudian itu berakhir sesuai dengan perbuatannya .
Namun, karena pengetahuan abadi Allah swt , yang bebas dari waktu , mencakup segala tempat dan segala sesuatu , Dia swt sudah tahu akibatnya dan itu sudah tertulis dalam " Lauhul Mahfuz. " Dengan kata lain ,  tertulis di Lauhul Mahfuzh wa itsbat apa yang akan terjadi  dengan syarat yang mana. Apa yang terjadi jika dia memberi sedekah?Atau apa yang terjadi jika tidak?Apa yang terjadi jika ia berdoa atau atau tidak berdoa?Hal itu tertulis di sana dan dia memiliki kehendak untuk membuat pilihannya . Tapi apa yang akan ia lakukan pada akhirnya?Apa yang akan dia putuskan? Apakah dia berdoa atau tidak ? Apakah doa itu diterima atau tidak ? Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya sudah diketahui oleh Pengetahuan Allah swt  yang abadi dan ditulis di Lauhul Mahfuzh.
Jadi , berdoa , berbuat baik yang tulus yang menyenangkan Allah swt dan amal dapat melindungi manusia dari masalah dan kesalahan di masa depan.
 
Sejarah Islam Menegaskan bahwa Kisah Para Rasul dan Keputusan Mempengaruhi Takdir
Sumber-sumber Islam menceritakan peristiwa yang penuh arti sebagai contoh pengaruh tindakan pada takdir yang terjadi antara Sayidina Umar ( ra ) dan Sayidina Abu Ubayda bin Jarrah :
Ketika Khalifah Umar bin  Khattab mengetahui  , saat dalam perjalanan ke Syam ( Suriah ) bahwa disana terkena wabah dia tidak memasukinya , dan kembali bersama pengikutnya.

 Abu Ubayda bin  Jarrah berkata kepada Umar :
"  Wahai Amirul - Mu'minin ,apakah engkau lari dari taqdir ( qadar ) Allah ? "
Umar menjawab ,
" Kalau saja orang lain selain Anda yang mengatakan hal itu, hai Abu Ubaydah ! Ya , kami lari dari taqdir Allah menuju taqdir Allah . Tidakkah kau lihat bahwa jika engkau mempunyai unta dan engkau sampai ke sebuah lembah di mana ada dua bidang tanah , yang satu hijau dan subur , dan yang lainnya kering dan tandus , jika engkau membiarkan untamu merumput di tanah hijau, engkau melakukannya dengan taqdir Allah , dan jika engkau membiarkannya merumput di lahan kering , engkau melakukannya karena taqdir  Allah . " Dan kata ' Abdurrahman bin ' Auf ,
" Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ' Jika engkau mendengar tentang hal itu ( sebuah wabah ) di suatu negri , jangan pergi ke sana , tetapi jika wabah pecah di suatu negri di mana engkau tinggal , jangan lari darinya. ' " ( Bukhari , Muslim ) Kaynak: http://www.hakikatislam.com - Apakah Takdir Bersifat Tetap?

E-mail ke teman
E-mail ke teman

1435 - 1438 © © http://www.hakikatislam.com/